Until Death Do Us Part - Jonas

Memaparkan catatan dengan label Filem Indonesia. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Filem Indonesia. Papar semua catatan

Khamis, Mei 28, 2009

#475. Cinema : Janda Kembang [2009]


PRODUKSI: PT. Kharisma Starsvision Plus
SUTRADARA: Lakonde, PRODUSER: Chand Parwez,
Co-PRODUSER: Hanung Bramantyo,
PEMAIN: Luna Maya, Ringgo Agus Rahman, Sarah Sechan, Esa Sigit, Rifat Sungkar, Joe P Project, Edric Tjandra, Epy Kusnandar

Sinopsis :Ini adalah kisah tentang kekeliruan manusia dalam menterjemahkan keindahan, kadang keindahan dipuja tapi tak jarang juga, keindahan ternoda, karena dicerca.Dimulai saat ASIH (Selasih, Luna Maya), seorang pendatang yang cantik, datang ke pinggiran kota Jakarta (suburban) bernama Pulo Bantal. Suara yang merdu, wajah yang cantik, tubuh yang sexy membuat semua lelaki bertekuk lutut. Termasuk yang terpesona adalah dua remaja bersahabat Radja (Rifat Sungkar) & Fadli (Esa Sigit), jiwa kelaki-lakian mereka yang mulai tumbuh, tiba-tiba lebih terkuak ke permukaan.

Suara merdu serta penampilan Asih, membawanya bergabung dengan group musik 'DODIRAMA' Band, pimpinan Pak Dodi (Ringgo Agus Rahman).Ada hal-hal pribadi yang membuat Asih sering menutup diri, akibatnya orang mereka-reka jati diri Asih, apalagi karena Ia seorang diri, tanpa pasangan. Hingga tersiar kabar bahwa Asih adalah Janda Kembang.Di masa PILKADA, Dodirama Band sering menerima panggilan show, dan penampilan DODIRAMA Band selalu sukses karena didukung oleh bintang barunya, Selasih si 'Janda Kembang'.Tetapi penampilan Asih di panggung maupun di luar panggung, kerap membuat kesal para istri-istri, karena suami-suaminya jadi amnesia, lupa sudah punya istri. Hal ini sangat dirasakan oleh Yuli (Sarah Sechan), Istri Pak Dodi, yang juga adalah Penyanyi Dodirama Band. Kini Yuli merasa posisinya terancam baik di Band maupun rumah tangga.

Kecemburuan masyarakat (terutama ibu-ibu) Pulo Bantal kepada Selasih dirasakan oleh Radja dan Fadli. Mereka lantas melindungi Selasih dengan caranya masing-masing, oleh sebab itu mereka sering mengikuti kemana pun Selasih pergi.Sementara itu keadaan Selasih semakin tersudut... masyarakat mulai mencap Selasih sebagai pelacur, wanita simpanan dan sebagainya. Keadaan menjadi panas, mereka yang cemburu ingin mengusir Asih dari Pulo Bantal. Sanggupkah Asih menghadapi perlakuan-perlakuan anarkis ini?Drama-Tragis ini dibungkus oleh Komedi-Satire lewat mata, kata, hati serta gejolak syahwat dua remaja kita, Radja dan Fadli di masa akil balik.

Baca Sepenuhnya...

#474.Film Bukan Cinta Biasa Berhasil Menembus 500 Ribu Penonton

Meski belum genap tiga bulan beredar di sejumlah bioskop di seluruh Indonesia, film bernuansa dakwah remaja berjudul Bukan Cinta Biasa sudah meraih prestasi luar biasa, yakni menembus angka 500 ribu penonton. Kini film tersebut sedang diputar di Eropa pada ajang Festival Film Cannes di Prancis.Film garapan sutradara Benny Setiawan yang bercerita tentang perjuangan seorang anak gadis yang ingin menginsafkan sang ayah berperilaku playboy dan pemabuk itu ditonton banyak kalangan pelajar dan mahasiswa.

Produser Bukan Cinta Biasa, Naldy NH, mengatakan, selain di Jakarta, film ini menyedot banyak penonton di sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan daerah lainnya."Ketika film ini akan diluncurkan di hadapan wartawan, terus terang saya sempat stres karena takut film ini dikritik habis, bahkan mungkin dicaci maki. Tapi ternyata tidak. Bahkan, para wartawan memuji film ini. Alhamdulillah," ujar Naldy kepada Suara Karya.

Film Bukan Cinta Biasa dianggap sebagai film berkualitas dan layak dikirim ke Festival Film Cannes, Prancis, karena memiliki banyak keunnggulan. Di samping akting para pemainnya yang bagus, film ini juga didukung oleh cerita dan penggarapan sang sutradara yang sangat teliti dan tidak sembarangan. "Bahkan, saya sebagai produser pun ikut mengawasi sampai masalah make up," ujar Naldy.

Film Bukan Cinta Biasa hadir di tengah maraknya film bergenre horor yang ditonton banyak orang. Namun, film yang dibintangi Ferdy Taher yang personel kelompok musik Element, Wulan Guritno, Olivia Jensen Lubis, Joe Projeck P, dan sejumlah pemain lainnya ini mampu menyedot penonton dalam jumlah signifikan.

"Sejak awal saya memang tidak ingin membuat film yang sama dengan tren film yang ada sekarang, horor misalnya. Karena itu, saya membuat film remaja. Tapi, alhamdulillah, penontonnya banyak," kata Naldy lagi.

Film yang memilih Bandung sebagai lokasi syuting ini bertutur tentang seorang gadis bernama Nikita (Olivia Jensen) yang kedua orangtuanya, Tommy (Ferdy Taher) yang berprofesi sebagai musikus rock dan ibunya, Lintang (Wulan Guritno), berpisah lantaran sang ayah terlalu suka kepada banyak wanita alias playboy dan suka mabuk-mabukan.

Namun, meski kedua orangtuanya bercerai, Nikita tidak kemudian menjadi anak gadis yang broken home. Ia bahkan bisa menjaga diri dari sikap remaja pria yang mencoba memperlakukannya seperti wanita murahan.

Untuk menunjukkan film ini bermuatan edukasi, Benny Setiawan, sang sutradara, memasukkan adegan Nikita yang menampar pacarnya, Bred, karena ia mencoba mencium pipi gadis itu. Nikita menampar sekali lagi karena Bred berusaha memegang tangannya. "Kamu bukan muhrim," katanya.

Pada adegan berikutnya, Tommy yang memergoki Bred yang tengah memegang tangan putrinya, Nikita, di ruang tamu rumah mereka langsung mematahkan tangan Bred sehingga tangan Bred harus digips.

Bagi sementara pihak, adegan seperti ini mungkin terlalu konservatif. Pacar mau mencium kok ditampar, mau pegang tangan juga ditampar. Begitu pula dengan sikap Tommy yang mematahkan tangan Bred yang mengelus-elus tangan Nikita dengan alasan ingin melihat garis tangannya. Namun, apabila dilihat lebih jauh, adegan ini sangat bernuansa dakwah dan bernilai pendidikan yang amat tinggi.

Seorang anak gadis yang baik dan menjaga harga dirinya tidak akan membiarkan tangan laki-laki sembarangan memegang atau menciumnya. Inilah contoh positif yang dipesankan dalam film Bukan Cinta Biasa. (Kartoyo DS)


Sumber : SuaraKarya Online [28/05/2009]

Baca Sepenuhnya...

#471.'Malena' dari Kampung Pulo Bantal

TEMPO Interaktif, Jakarta: "Subhanallah!" Begitulah reaksi spontan para lelaki di Kampung Pulo Bantal kala melirik sang janda kembang, Asih alias Selasih (diperankan oleh Luna Maya). Tubuhnya tinggi semampai, kulitnya mulus, dan wajahnya cantik. Asih, begitu panggilannya.Karena butuh uang untuk biaya hidup, janda sebatang kara ini menjadi biduanita dangdut pada Dodirama Band, kelompok band kampung asuhan Dodi Rama (Agus Ringgo). Penampilan Asih yang memukau sukses menggeser posisi idola panggung terdahulu, Yuli Nada (Sarah Sechan), yang juga istri Dodi.

Di film berjudul Janda Kembang itu, bukan cuma Dodi yang bergerilya agar mendapatkan cinta Asih. Calon lurah Pulo Bantal, Dewa Sampurna (Joe "Project Pop"), pun tak ragu merogoh koceknya dalam-dalam untuk tujuan yang sama. "Saya kontrak Asih untuk tiga kali kampanye terakhir," kata Dewa. Ia tengah berkampanye dalam pemilihan kepala desa.

Demam Asih pun menjangkiti Radja (Rifat Sungkar) dan Fadli (Esa Sigit), sepasang sahabat yang masih bau kencur. Belum juga tamat bangku SMP, mereka bersaing mendapatkan sang janda kembang. Asih juga bikin ibu-ibu bete karena takut suami-suami mereka kecantol Asih.

Di film ini, Luna tak banyak berdialog. Ia lebih banyak berakting dengan mimik wajah sedih, senang, dan tertekan. Asih digambarkan sebagai sosok yang pasrah pada keadaan dan tidak berusaha melawan meskipun keadaan itu begitu menekannya.

Penampilan Luna di film ini biasa saja, tidak cemerlang. Justru yang terlihat bermain total adalah Sarah Sechan. Dari sekian banyak pemain yang memerankan orang Sunda, hanya lakon Yuli yang meyakinkan.

Kehadiran film besutan sineas baru Lakonde itu mengingatkan kita kepada film Eropa berjudul Malena (2000). Film yang dibintangi si seksi Monica Bellucci ini berkisah tentang janda korban perang di Italia pada 1940 yang digilai para lelaki sebuah kota. Si janda dituding sebagai pelacur, yang akhirnya melacurkan diri agar tetap hidup.

Meski Asih tak jadi pelacur, tak pelak banyak kemiripan dengan Malena, dari Asih yang digilai anak kecil (Fadli dan Radja), cara bertutur lewat adegan kala Asih berjalan lalu semua mata tertuju kepadanya dan banyak yang mengikuti, sering diintip Fadli, hingga bagian penutup yang menjelaskan siapa sosok Malena Indonesia ini.

Sebetulnya, sosok janda kembang sebenarnya kurang cocok dilakoni oleh figur seperti Luna, yang kental betul ciri metropolitannya. Janda kembang umumnya identik dengan perawakan bahenol dengan wajah eksotik. Namun, lain urusan jika memang yang dicari adalah sosok yang mirip Monica Bellucci dalam Malena.

Film ini juga diwarnai dengan musik, yakni dangdut. Tampaknya Starvision ingin mengulang strategi bisnisnya kala meluncurkan film Heart dan Get Married. Dua soundtrack film ini cemerlang karena mengusung penyanyi baru, Acha Septriasa dan Irwansyah, serta Nirina Zubir, yang mendompleng Slank.

"Saya (memang) ingin memunculkan sosok penyanyi baru," kata Chand Parwez, bos Starvision. Maka muncullah sebuah album soundtrack Janda Kembang yang antara lain diisi suara standar Luna dalam lagu Suara (dipopulerkan Hijau Daun) dengan versi dangdut dan Agus Ringgo pada lagu dangdut Gokil karya Candil dalam kemasan Dodirama Band.

AGUSLIA HIDAYAH
Judul : Janda Kembang
Genre : drama komedi
Sutradara : Lakonde
Produser : Chand Parwez
Pemain : Luna Maya, Ringgo Agus Rahman, Sarah Sechan, Esa Sigit, Rifat Sungkar

Sumber : Tempointeraktif.com [Kamis, 14 Mei 2009 | 09:41 WIB]

Baca Sepenuhnya...

Jumaat, Mei 22, 2009

#456. Bukan Cinta Biasa [2009]

KapanLagi.com - Pemain: Ferdy Element, Wulan Guritno, Olivia Lubis Jensen, Afgan Syah Reza, Julia Perez, Rocky.Jika selama ini peta perfilman Indonesia sebagian besar didominasi dengan film horor dan film komedi dewasa, namun hal ini mulai bergeser. Benni Setiawan hadir memberikan alternatif tontonan lain lewat BUKAN CINTA BIASA.

Kisah berawal dengan cerita kehidupan Nikita (Olivia Lubis Jensen) yang hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Lintang (Wulan Guritno). Tanpa sengaja, Nikita menemukan kenyataan ayahnya, Tommy (Ferdy Element) ternyata masih hidup.Tommy sendiri adalah seorang bintang rock, yang kehidupannya kurang teratur, urakan dan senang 'main' perempuan. Angel (Julia Perez) adalah salah satu korban 'permainan' Tommy.

Kerinduan Nikita akan sosok ayah akhirnya dapat terpenuhi. Lintang yang harus berangkat ke luar negeri, akhirnya dengan terpaksa menitipkan Nikita pada Tommy. Di sinilah awal mula kisah antara ayah dan anak yang tak pernah bertemu selama belasan tahun bermula.

Tommy yang selama ini bisa bersikap seenaknya di rumahnya, namun semenjak kedatangan Nikita di rumahnya, ia harus mengubah sebagian besar kebiasaannya. Karena Nikita menerapkan beberapa aturan di rumahnya. Dari aturan berhenti merokok, minum minuman keras, hingga melarang ayahnya membawa teman wanitanya ke dalam kamar.

BUKAN CINTA BIASA ingin menawarkan sebuah persepsi yang berbeda tentang hubungan anak dan orang tua. Jika selama ini persepsi yang ada adalah orang tua yang membimbing anak, namun di BUKAN CINTA BIASA menggambarkan kadang anak bisa jadi lebih baik daripada orang tua.

Benni dengan cerdas membidik segmen drama keluarga yang sarat pesan moral namun tidak berat untuk ditonton. Di film ini, Benni menyuguhkan unsur komedi yang benar-benar menghibur. Alhasil, BUKAN CINTA BIASA menjadi film yang berisi dengan kemasan yang tidak membosankan.

Meski sempat kedodoran di sinematografi, namun hal ini sedikit tertutupi dengan akting Wulan yang maksimal dan lagu Bukan Cinta Biasa yang dinyanyikan oleh Afgan. Namun keberanian untuk menyuguhkan sesuatu yang lain dunia film Indonesia patut diacungi jempol. (kpl/riz)

Sumber : Kapanlagi.com [10/05/2009]

Baca Sepenuhnya...

#453. Riri Riza Berbagi Cerita "Laskar Pelangi" di Ceko

PRAHA, KOMPAS.com -- Sutradara muda Indonesia Riri Riza mengaku mengagumi sekolah film yang banyak memproduksi film animasi, Filmova Skola Zlin, yang berada di Kota Zlin, 103 km bagian barat Kota Praha yang berbatasan dengan Slovakia."Beda dengan sekolah saya dulu di IKJ," ujar Riri, di sela kehadirannya di sekolah tersebut, dalam rangkaian festival film bertema Retrospektif Film Riri Riza, yang berlangsung di City Library Hall Praha hingga 21 Mei.

Filmova Skola Zlin didirikan tahun 1992 oleh sutradara film Ceko Elmar Klos dan rekannya Jan Kadar. Sekolah ini memanfaatkan studio yang pernah digunakan pembuat film animasi kenamaan dari Ceko, Hermina Tyrlova dan Karel Zeman, yang tercatat menciptakan film klasik seperti Ferda Mravenec (Ferda the Ant), Vzpoura hracek (Revolt of the Toys), Vanocni Sen (The Christmas Dream) dan Cesta do praveku (Journey to Prehistory).

Kehadiran Riri di sekolah tersebut disambut staf pengajar Michael Carrington yang kemudian membawanya berkeliling dan melihat fasilitas sekolah yang berada dalam satu kompleks di daerah tenang dan dikelilingi oleh hutan itu.

Selain memutar film Laskar Pelangi, Riri juga terlibat dalam diskusi yang berlangsung hangat, siswa sekolah film Zlin yang datang dari berbagai negara banyak bertanya mengenai proses permbuatan film dan juga misi yang ada dalam film Laskar Pelangi, termasuk masalah pendanaannya.

Verica Kordic (27), pelajar dari Kroasia mengakui film Laskar Pelanggi membawa pesan kuat dan juga jalan ceritanya sangat mudah dimengerti, apalagi anak-anak yang menjadi bintangnya sangat menghayati peran mereka. "I like the kid," ujar Verika yang tengah belajar film animasi.

Para pelajar di sekolah yang dikenal dengan kota kelahiran pendiri pabrik sepatu Bata, Tomas Bata itu juga bertanya mengenai biaya yang harus dikeluarkan dalam membuat film.

Mereka juga bertanya mengenai aktor anak-anak yang ada dalam film tersebut dan kelanjutan akan nasib mereka, dan juga dampak dari film tersebut terhadap kehidupan mereka selanjutnya.

Riri mengatakan bahwa anak-anak pemain film Laskar Pelangi merupakan bocah yang memang tinggal di pulau, Belitong, yang menjadi setting garapan filmnya tersebut. "Mereka bukan artis," ujar Riri dan menambahkan bahwa anak-anak usai pembuatan film mereka kembali ke kehidupan semula.

Memang sejumlah artis ada yang mendapat perlakuan lebih, dan bahkan mereka sempat diterima Presiden RI yang kemudian memberikan hadiah komputer untuk setiap anak. "Sayang ada di antara anak yang belum terlayani aliran listrik di rumahnya," ujarnya

Sementara itu, Michael Carrington mengatakan bahwa film Laskar Pelanggi memiliki energi positif yang memperlihatkan budaya Indonesia di dalamnya. "Saya telah menyaksikan film tersebut," ujar Michael yang peranakan Inggris-Ceko itu.

Dalam kunjungan ke sekolah Zlin tersebut, Riri juga menyaksikan film animasi yang dibuat dengan fasilitas yang dimiliki sekolah yang pernah menerima murid dari Korea dan juga negara lainnya itu.

Kota industri Zlin yang hanya berpenduduk 600 ribu orang, memiliki tradisi budaya sangat kuat dari tiga wilayah yaitu Valassko (Wallachia), Slovacko and Hana yang dikenal dengan tempat berdirinya Kerajaan Sepatu Bata.

Filmova Skola Zlin (Film School Zlin) sebelum didirikan oleh Elmar Klos berkolaborasi dengan Jan Kadar, Klos sutradara film The Shop on Main Street (Obchod na korze), yang meraih Academy Award for Best Foreign Language Film in 1965, sebenarnya sudah ada di Slovakia sejak PD II.

Sekolah film Zlin yang satu kompleks dengan studio film yang memproduksi iklan untuk pengusaha Tomas Batas menjadi pusat produksi film animasi anak-anak sejak 70 tahun, terakhir telah memproduksi lebih dari 2.000 film di studio Zlin.

Menurut Michael, saat ini pelajar sekolah film Zlin mengunakan studio yang pernah digunakan pembuat film animasi dari Ceko yang terkenal, Hermina Tyrlova dan Karel Zeman, yang menciptakan film klasik.

Di Kota Zlin akan digelar festival film "49th International Festival for Children and Youth" dari tanggal 31 Mei hingga 7 Juni mendatang, yang diikuti berbagai negara. "Saya harap Riri bisa ikut dalam festival film ini tahun depan dalam rangka memperingati 50 tahun penyelenggaraan festival," harap Michael Carrington.

Sumber : Kompas.com

Baca Sepenuhnya...

#452. 'Virgin 2: Bukan Film Porno' Susul Sukses 'Virgin'

Jakarta - Dengan tagline Ketika Keperawanan Dipertanyakan, film 'Virgin' meraih sukses pada 2004 lalu. Kini setelah lima tahun berlalu, 'Virgin 2' dirilis. Dengan tagline Bukan Film Porno, 'Virgin 2' berharap sesukses 'Virgin.''Virgin 2' dirilis masih di bawah bendera Starvision sebagai rumah produksi. Produser film tersebut Chand Parwez merilis film tersebut bukan karena alasan mencari keuntungan semata.

"Kita butuh sebuah ilustrari untuk mengantisipasi sebuah persoalan yang makin marak belakangan ini, traficking, pelacuran remaja di bawah umur, remaja dijebak ke dalam narkoba," urai Parwez saat berbincang dengan detikhot melalui telepon Rabu (20/5/2009).Menurut Parwez, dalam film tersebut memang tergambar segala persoalan yang disebutkannya di atas. Namun kemudian akan ada sebuah solusi yang memperlihatkan kalau kasih sayang dalam keluarga bisa mencegah remaja terperosok ke dunia hitam.

Parwez berharap 'Virgin 2' tidak menjadi kontroversi seperti Virgin 1. Karena menurutnya dengan film yang dibintangi Joanna Alexandra itu kesadaran masyarakat akan terbuka."Jangan sampai film ini dianggap sebagai sesuatu yang vulgar. Makanya ada tagline Bukan Film Porno, karena tidak ingin dicap sebagai film porno," jelasnya.

Virgin 2 akan rilis di bioskop pada 28 Mei mendatang. Film tersebut disutradarai oleh Nayato Fio Naula.

Sumber :Detik.com

Baca Sepenuhnya...

Selasa, Mei 19, 2009

#446. Laskar Pelangi Awali Festival Film di Praha


Screenshot salah satu adegan Laskar Pelangi [www.laskarpelangithemovie.com]

Praha (ANTARA News)- Film Laskar Pelangi yang menceritakan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong, Bangka Belitung, akan mengawali Festival Film Indonesia 2009 di Praha, Republik Ceko, Selasa malam.

Festival film dengan tema Retrospektif Film Riri Riza, yang berlangsung di City Library Hall Praha hingga tanggal 21 Mei mendatang itu mendapat perhatian dari pemenang Oscar dari Ceko Jiri Menzel, kata Sekretaris Satu KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Senin.

Menurut Azis, untuk pembukaan acara tersebut, KBRI Praha mengundang pejabat pemerintah, kalangan diplomatik, sineas Ceko, mahasiswa sekolah perfilman, dan publik.Acara pembukaan festival film Indonesia dilangsungkan diskusi dengan Riri Riza mengenai perfilman Indonesia dan karya-karyanya yang juga akan diikuti Jiri Menzel.

Azis mengatakan film karya Riri Riza ini mendapat perhatian khusus pemenang Oscar dari Ceko, Jiri Menzel yang menyatakan rasa bangga dan hormat karena menjadi patron Festival Film Indonesia 2009.

Dukungan Jiri Menzel, sutradara kenamaan peraih Oscar dalam film Closely Watched Trains (Ostre sledovane vlaky), diberikan kepada Riri Riza setelah melihat film karya sutradara muda tersebut yang dinilainya memberikan ajaran nilai-nilai yang positif.

Menzel juga menilai pantas jika film Laskar Pelangi mendapat banyak penghargaan karena memang film tersebut menarik dan terbukti ditonton jutaan orang.

Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Salim Said, yang mencetuskan ide festival film sebagai salah satu diplomasi budaya di negara yang dulu bernama Cekoslawakia itu menyatakan bahwa Festival Film Indonesia digelar untuk yang ketiga kalinya oleh KBRI Praha.

Kali ini festival film ini mengambil tema khusus perjalanan film Riri Riza yang sudah mendapat pengakuan internasional karena mampu bersaing dengan karya-karya sineas asing, ujar budayawan.

Dubes Salim Said yang juga kritikus film, menjelaskan sejarah dan perkembangan sinematografi Indonesia sejak awal abad kedua puluh, termasuk pembuatan film "Aksi Kalimantan" hasil kerja sama antara Indonesia dan Ceko(slovakia) pada tahun 1962.

Selain itu juga akan digelar kerja sama antara Institut Kesenian Jakarta dengan Akademi Seni Ceko, yang mancakup kerja sama bidang Film dan Teater.

Selain Laskar Pelangi, karya Riri Riza yang akan diputar adalah Gie, Eliana-Eliana, Petualangan Sherina, Untuk Rena dan 3 Hari Untuk Selamanya.

Selain di Praha, film Laskar Pelangi secara khusus akan diputar di Sekolah Film Zlin, karena setiap tahun di kota tersebut diselenggarakan Festival Film Internasional untuk film cerita anak-anak dan remaja. Riri Riza secara khusus telah diundang untuk berdiskusi dengan para siswanya.

Pada festival film kali ini KBRI Praha menggandeng perwakilan Indonesia lainnya di Eropa yakni di Wina, Beograd dan Hamburg.

Pelaksanaan Festival Film Indonesia pada tahun ini juga didukung oleh Direktorat Film Debudpar, Miles Production, Sabila Center for Competitiveness, Kompas Gramedia, Nu Green Tea, Imeco, Binus University dan Jamsostek.

Sumber : Kompas.com
Selasa, 19 Mei 2009 | 00:37 WIB

Baca Sepenuhnya...

Isnin, Mei 18, 2009

#439. OST Filem Rasa [2009] ~ Ku Cinta Kau Apa Adanya [Once]



Intro: D – E/G# – A G – F#m – E – A…

D A/C# Bm
Kau boleh acuhkan diriku

G F#m Em
Dan anggap ku tak ada

G A Bm
Tapi tak ‘kan merubah

Em G - F#m - Em
Perasaanku…

D A
Kepadamu

D A/C# Bm
Ku yakin pasti suatu saat

G F#m Em
Semua ‘kan terjadi

G A Bm
Kau ‘kan mencintaiku

Em Bm/D#
Dan tak akan pernah

A…
Melepasku

D DM7 – D6 – DM7
Reff I: Aku mau mendampingi dirimu

Bm E A
Aku mau cintai kekuranganmu

D F# Bm
S’lalu bersedia bahagiakanmu

F# G
Apapun terjadi

Gm A D
Ku janjikan aku ada

Interlude: D – E/G# – A G – F#m – E – A

D A/C# Bm
Kau boleh jauhi diriku

G F#m Em
Namun ku percaya

G A Bm
Kau ‘kan mencintaiku

Em Bm/D#
Dan tak akan pernah

A…
Melepasku

Kembali ke: Reff I:

Em A
Ow yeah…

D Em A
Aku ada

Interlude: D – E – A – Bm - F#m/C# – D

D DM7 – D6 – DM7
Reff I I : Aku mau mendampingi dirimu

Bm E A
Aku mau cintai kekuranganmu

D F#
Aku yang rela terluka…

Bm F# G
Untukmu selalu… u… u u u u

Kembali ke: Reff I:

Terimakasih :
* Lirik & Chord Aku Mau by Once – liriklagumusik.com
* Klip Video ~ Produksi: PT. AQUARIUS MUSIKINDO
~ Youtube.com

Baca Sepenuhnya...

#432. Bioskop : Rasa [2009]

Genre : Drama, Thriller
Tayangan : May 14, 2009
Produser : Hendrik Gozali, Jhony Pondanga, Drs. Oloan Napitupulu
Pengarah : Charles Gozali
Lakon Layar :Charles Gozali,Steve Benitez,Samantha Aguilar
Pelakon : Christian Sugiono,Pevita Pierce,Wulan Guritno,Alex Komang,Steve Benitez,Ray Sahetapy,Joe Salim,Sarah Benitez
Sinopsis : Kisah tentang cinta dan pengorbanan ini bercerita tentang seorang pelukis muda bernama RIANTI (20 thn), yang dalam kesehariannya selalu menutup diri dari dunia luar. Termasuk dari perhatian tulus yang diberikan WISNU(25 thn), seorang kurator muda yang selalu membantu penjualan lukisan Rianti. Semua ini karena Rianti berusaha untuk merahasiakan kemampuannya untuk melihat sesuatu yang akan terjadi. Di saat yang bersamaan, seorang Profesor berkebangsaan Inggris bernama ANTHONY (35 thn) berusaha mencari jawaban akan hilangnya istri dan anaknya. LARAS (29 thn) dan MARIAH (9 thn) yang menunggu Athony yang terlambat dating ke acara ulang tahun Mariah, tiba-tiba menghilang diculik orang tak dikenal.Kompleks cerita pun menguat saat dua cerita diatas bertemu. Dapatkah Rianti membantu menemukan Mariah lewat Penglihatannya? Dan akankah Wisnu berhasil membuktikan ketulusan cintanya? Semua akan terangkum dalam tontonan drama thriller yang mencekam sekaligus mengharukan ini, “karena cinta… adalah RASA”~21Cineplex



Official Website :http://rasamovie.magmaentertainment.com/official.html

Baca Sepenuhnya...

Layar Reader

Layar Komuniti II

Empunya Diri

Foto saya
Nature Luver, Movie Buff, Bookworm, Photogeek, Bread Krazy,

Layar Frenz I

Layar Subscribe

Add to Google Reader or Homepage

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL

Subscribe in Bloglines

Layar Frenz II

Layar Community

  ©Layar 2009 Template by Our Blogger Templates

Back to TOP